Karakteristik Masjid Agung Tuban Yang Mempesaona

  • March 21, 2020

Untuk orang-orang yang belum pernah mengunjungi Tuban untuk waktu yang lama pasti akan terkejut dengan kondisi Masjidil Agung Tuban baru-baru ini. Setelah menjalani renovasi dan revolusi yang luas, bangunan Masjidil Agung Tuban terlihat indah dan menarik untuk dikunjungi. Perbaikan terbaru dapat menelan biaya sekitar $ 17,5 miliar. Dengan cara ini Masjid Agung di Tuban sekarang terlihat lebih indah dan menakjubkan. Tidak heran masjid akhirnya bernama salah satu masjid paling indah di Provinsi Jawa Timur.

Kehadiran dekorasi yang indah dan pemolesan yang sangat rinci, ditutupi dengan ubin dan dinding yang penuh dengan patung, membuat interior Masjid Tuban sangat mewah. Eksteriornya juga tidak kalah indah, dengan kubah berwarna membuat masjid lebih mewah untuk dilihat dari luar.

Ada dua jenis di kubah masjid ini. Kubah besar adalah kubah enamel , sedangkan kubah kecil termasuk kubah Javalum. Jelas ada kubah yang mengesankan dalam bentuk kubah seperti masjid Mina besar. Selain menjadi sangat menarik dalam warna, kubah ini juga memiliki keunggulan lain dibandingkan kubah yang diproduksi lainnya. Kubah enamel memiliki banyak keunggulan, seperti menjadi lebih kuat dan lebih tahan lama. Ini adalah perhitungan oleh banyak orang menggunakan kubah jenis ini untuk membangun masjid.

Model kubah dalam enamel bisa klasik atau modern. Oleh karena itu, dapat disesuaikan dengan keinginan setiap pelanggan yang membangun masjid dengan kubah enamel. Kubah ini juga mengandung kain pemula, yang merupakan nilai tambah di bidang estetika.

Memasuki Masjid Agung Tuban, seolah pesona keindahan di semua bagian dan ruangan. Banyak motif dan ornamen dapat dilihat dengan berbagai motif dan warna yang menghiasi dinding masjid bagian dalam. Perpaduan warna putih, biru tua dan biru muda yang terlihat serasi mendominasi warna masjid. Fasad masjid dan kubah-kubah kecil di sebelah kiri atau kanan adalah reruntuhan asli dari bangunan kuno sebelum restorasi.

Sisanya adalah bangunan baru beberapa tahun yang lalu. Sedangkan warna putih, hijau tua dan biru nampaknya mendominasi ruang doa utama, yang memiliki mimbar bagi imam dan juga untuk pengkhotbah.

Kamar ini juga memiliki lampu gantung bergaya klasik. Di semua bagian ruang masjid, itu terutama dihiasi dengan pintu dan jendela kaca patri. Ada dekorasi melengkung dan kubah menghiasi atap masjid. Dinding masjid dihiasi dengan lampu hias dan motif dalam bentuk ayat-ayat Al-Qur’an.

Di depan masjid ada juga kolam untuk air mancur, tapi sayangnya hanya berfungsi pada waktu-waktu tertentu.

Jika Anda melihat, maka masjid besar ini memiliki sifat konstruktif. Secara umum, bentuk bangunan dibagi menjadi dua bagian. Sebuah balkon dengan ruang doa utama. Bangunan ini tidak terpengaruh oleh bangunan Masjid Jawa, yang umumnya memiliki atap tiga lantai. Karena arsitektur masjid sangat dipengaruhi oleh standar Timur Tengah, Eropa dan India. Sekilas, bangunan itu akan terlihat seperti bangunan Rumah Agung Masjid Rahman di Banda Aceh.

Sementara itu, jika Anda memperhatikan menara, masjid ini mirip dengan Masjid Biru atau (Masjid Biru) di Istanbul, Turki. Pada saat yang sama, jika dilihat dari bentuk kubahnya, masjid ini menyerupai Taj Mahal di India. Kombinasi berbagai struktur arsitektur berkontribusi pada pembangunan Masjid Agung Tuban.

Keunikan lain dari Masjid Agung Tuban ditemukan di beberapa peninggalan Songo Wali. Ini adalah benda-benda bersejarah, termasuk tulisan-tulisan kuno Qur’an tentang kulit, peninggalan, tembikar Cina, dan peti mati. Tetapi benda-benda ini sekarang dilestarikan di Museum Bunga Putih Tuban.

Merry

E-mail : admin@elautobus.org

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*